Tenaga kerja sukarela

Pembekalan TKS 2019Carousel imageCarousel imageCarousel imageCarousel imageCarousel imageCarousel image

Tenaga Kerja Sukarela (TKS) adalah seseorang yang dididik dan dilatih secara profesional untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial dan/atau seseorang yang bekerja, baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang ruang lingkup kegiatannya di bidang kesejahteraan.

Tugas dan Fungsi Tenaga Kerja Sukarela (TKS)

Secara garis besar, TKS mempunyai 2 (dua) tugas utama, yaitu :

  1. Mendampingi kelompok usaha masyarakat (KUM) peserta program perluasan kesempatan kerja, seperti padat karya, terapan teknologi tepat guna dan tenaga kerja mandiri (kewirausahaan).

  2. Membantu petugas Disnaker Kabupaten/Kota dalam pelayanan penempatan tenaga kerja, seperti pendampingan calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI), pendamping perantaraan kerja dan operator Bursa Kerja on line (BKOL).

Dan Tenaga Kerja Sarjana (TKS) memiliki peran/fungsi utama yaitu sebagai :

  1. Motivator : Memotivasi masyarakat penganggur untuk melakukan usaha produktif sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

  2. Fasilitator : Memfasilitasi kelompok dampingan (Kelompok Usaha Masyarakat) dengan akses kelembagaan usaha yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha dan memfasilitasi pencari kerja dalam memperoleh informasi lowongan pekerjaan.

  3. Inovator : Merumuskan ide-ide baru untuk pengembangan usaha kelompok dampingan (Kelompok Usaha Masyarakat).

Inovasi dalam pemberian layanan penempatan tenaga kerja.

  1. Mediator : Mempertemukan kelompok dampingan (Kelompok Usaha Masyarakat) dengan lembaga mitra, seperti SKPD/instansi pemerintah lainnya, swasta, perbankan, organisasi profesi, dsb.

Mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja

Dalam praktek di lapangan, TKS memiliki fungsi :

  1. Identifikasi dan mengolah potensi SDM dan SDA sehingga menjadi / mempunyai nilai ekonomis yang tinggi ;

  2. Pembentukan kelompok usaha ;

  3. Perencanaan usaha ;

  4. Penghubung kelompok dengan lembaga mitra ;

  5. Pembinaan kelompok ;

  6. Monitoring evaluasi dan laporan

  7. Pembuatan kartu kuning, dll.