Profile

TKS Tahun 2019 Kab. Subang



TKS Tahun. 2019 Kab. Purwakarta



TKS Tahun 2019 Kab. Indramayu



TKS Tahun 2019 Kab. Cirebon



TKS Kab. Indramayu

Retno Indra Siswanto pria yang tinggal di desa kenanga blok Gandok Kabupaten Indramayu ini telah menempuh pendidikan yang mengantar nya menjadi seorang tenaga medis dan bekerja disalah satu rumah sakit di indramayu, namun iin sapaan akrab nya mempunyai pandangan dan lebih tertarik untuk menjadi seorang wirausaha. Langkah nya ini dimulai ketika menjadi seorang TKS dan mendampingi beberapa UKM di Kabupaten Indramayu. Melihat potensi yang ada di indramayu sebagai daerah penghasil mangga maka ditangan dingin iin ini mangga dijadikan nya juice yang dikemas dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Untuk pemasaran sendiri Iin sudah memiliki kios oleh oleh yang tidak hanya menjual produk miliknya sendiri tapi juga menjual berbagai macam produk dari UKM dampingan nya. Adapun beberapa UKM yang didampingi nya seperti peternakan bebek, baso goreng dan kerupuk kulit dinilainya sudah berjalan dengan sangat baik dan memiliki omset yang melebihi expektasi Iin sendiri. Bahkan peternak bebek yang terlihat biasa saja bisa memiliki omset yang cukup besar setiap bulan nya, “suatu kebanggaan tersendiri buat saya ketika bisa melihat dan maju bersama para UKM bimbingan khusus nya diwilayah saya sediri” tuturnya.

Iin pun mengajak masyarakat yang ada disekitar rumah nya agar lebih produktif dan lebih tekun lagi untuk berwirausaha. Karena jika kita ingin sukses harus kita mulai dari diri sendiri dan sekarang.



TKS Kab. Semarang

Furi husniati perempuan kelahiran 1 februari 1991 ini tinggal di daerah ungaran timur Kabupaten Semarang. setelah terpilih menjadi seorang TKS kab semarang Furi sapaan akrab nya memulai mendampingi beberapa UKM yang terletak di desa Banyu Biru dan desa Mojorejo. Untuk UKM yg ada dibanyu biru furi mendampingi usaha pembuatan kue berbahan dasar cikru yakni bunga teratai dimana didaerah banyu biru sendiri sangat melimpah bunga teratai ini, setelah ditumbuk atau dihaluskan cikru bisa langsung diolah menjadi kue sejenis nastar.

Menurut penelitian cikru banyak sekali mengandung vitamin dan protein yang sangat tinggi, ditangan ibu-ibu banyu biru cikru diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi dan dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk menopang perekonomian di desa banyu biru itu sendiri.

Selain itu didesa mojorejo juga terdapat dua UKM yakni pengolahan susu sapi segar dan keripik usus, Furi sebagai TKS berinisiatif untuk memperluas pemasaran dan mendesign ulang kemasan agar lebih menarik dan mempunyai daya saing yang tinggi.

Furi juga memaparkan beberapa tantangan nya menjadi seorang TKS untuk memajukan usaha-usaha yang didampingi nya. sehingga berfikir untuk mencontoh usaha dampingan untuk memulai berwirausaha sendiri paparnya.



TKS Kab. Purworejo

Rifki Ramdhan kurniawan pria muda kelahiran 6 Februari 1996 ini berdomisili di desa Kebon Gunung Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo ini semenjak lulus dari Universitas langsung tertarik dengan wirausaha, selain hobi nya untuk modifikasi motor rifki juga mempunyai usaha kuliner diwilayah Yogyakarta.

Setelah menjadi seorang TKS rifki mendampingi UKM yang bergerak di bidang budidaya ikan lele, ikan air tawar dan pembuatan sapu ijuk, selama mendampingi UKM Rifki dinilai sangat membantu TKM dalam hal bantuan pengadaan alat, penyediaan pakan, pemasaran, dll. Rifki sendiri memaparkan jika dirinya bangga menjadi seorang TKS selain untuk memacu diri untuk menjadi seorang pengusaha Rifki juga banyak mengenal banyak orang dan mempunyai relasi bisnis yang banyak dan luas.

Rifki sangat senang menjalani tugas nya menjadi seorang TKS, “ini bukan sekedar mengenal orang tapi juga banyak ilmu yang didapat dari para pelaku bisnis dampingan nya” tuturnya.

Menjadi seorang TKS bukan lah hal yang menakutkan, karena rifki sendiri memiliki moto hidup yakni “jadilah manusia yang berguna bagi manusia lainya “.



TKS Kab. Subang

Asep sugito pria kelahiran subang ini tertarik menjadi seorang TKS karena keinginan nya yang besar untuk memajukan usaha yang ada di desa nya.

Sasaran utama UKM nya yakni budidaya ikan lele karena usaha ini dinilai cukup berpotensi dan memiliki pasar yang baik.

Budidaya ikan ini sudah berjalan dengan baik, yang mana pertama usaha ini dirintis hanya memiliki 5 kolam terpal, dan semenjak didampingi usaha ini sudah berkembang menjadi 58 kolam terpal.

Selain budidaya ikan lele asep sapaan akrab nya juga mendampingi beberapa UKM lain meliputi budidaya ikan payau, pengolahan kulit lumpia dan meneruskan usaha keluarga sebagai pandai besi.

Usaha dampingan kulit lumpia juga sudah berjalan dengan sangat baik hal ini di ketahui kulit lumpia ini banyak dipesan baik diwilayah itu sendiri maupun dari wilayah luar. Sebagai seorang TKS Asep juga menerusan usaha yang sudah turun temurun dijalani keluarga nya sebagai seorang pandai besi.

Selain meneruskan usaha milik keluarga asep juga tidak hanya mendampingi beberapa UKM.

Disore hari Asep juga masih punya kegiatan lain yakni bekerja sebagai penginput data di perusahaan cabang sariroti di dekat rumah nya.

Asep memaparkan ketertarikan dan kesuksesan nya sebagai seorang TKS secara ikhlas karena proses tidak akan menghianati hasil, ucapnya.



TKS Kab. Sragen

Dono pamardiko pria kelahiran 18 Agustus 1980 ini tinggal di sragen jawa tengah sehari-hari bekerja sebagai pengusaha kue,pada tahun 2008-2013 Dono bekerja diperbankan, pada tahun 2016 Dono bergabung dengan Kemnaker dan menjadi seorang TKS, selain menjadi seorang TKS Dono juga aktif dalam paguyuban UKM wilayah sragen.

Dalam pemasaran produk-produk hasil UKM bimbingan Dono dan paguyuban kota sragen itu sendiri dipasarkan mulai pukul 05:00 pagi di sekitar pasar bunder sragen.

Selain dipasarkan di tempat tersebut Dono jg menerima pesanan untuk acara-acara seperti pesta hajat,ulang tahun,snack dll.

Untuk produk nya sendiri pria yang akrab disapa Dono ini membuat kue bolen, yakni kue yang berbahan dasar dari buah pisang raja, ditangan Dono pisang raja ini bisa diolah dan dijadikan kue dengan nilai ekonomis yang tinggi, terbukti setiap hari selalu saja ada pesanan yang datang baik dari wilayah sekitar sragen maupun wilayah diluar itu. Selain membuat bolen itu sendiri Dono juga membuat makanan ringan lain seperti arem-arem, bolu dll.

Sebagai seorang TKS Dono juga merangkul beberapa UKM yang didampingi nya seperti menjahit, berjualan es, bengkel dll. Di UKM menjahit Dono juga membantu dalam hal pengadaan mesin jahit. Termasuk dalam dampingan UKM nya, bengkel motor pak min juga menjadi salah satu usaha yang didampingi oleh Dono selaku TKS dan usaha kecil seperti berjualan es juga menjadi sasaran dampingan, terbukti dengan hanya berjualan es omset perbulan nya cukup untuk menopang perekonomian keluarganya.

Dono juga memaparkan beberapa produk nya di event-event kuliner bazar kota sragen. dan diakui nya bahwa kue bolen olahan nya dapat diterima dengan baik dan diminati oleh pengunjung event bazar tersebut.

Dono juga menuturkan dan memberi semangat untuk TKS yang baru saja bergabung agar terus semangat dan serius dalam meniti karir dan mengembangkan potensi diri dalam bidang usaha,agar tidak setengah-setengah dan menjadi seorang pengusaha yang sukses.